by Tiara R
Kuhempaskan tubuhku di atas
tempat tidur. Hari ini benar-benar melelahkan. Aku baru saja membereskan semua
isi koperku dan menaruhnya di lemari dan aku telah berkeliling rumah untuk
melihat keadaan rumah ini. Ya, keluargaku baru saja pindah ke rumah tua yang
lumayan besar. Ayah dan ibuku benar-benar suka dengan rumah baru kami ini.
Mereka menganggap rumah ini benar-benar unik dan punya nilai seni yang tinggi.
Tapi itu menurut mereka. Kurasa rumah ini benar-benar aneh. Di dekat pintu
masuk terdapat ukiran berbentuk ular berkepala singa, sedangkan di pintu
belakang ukirannya berbentuk seperti kucing dengan taring yang tajam. Aku
sungguh tidak mengerti kenapa ayah dan ibuku sangat mengagumi rumah ini.
”Rio...
Kau tidak pergi keluar untuk mencoba berkenalan dengan tetangga barumu?” teriak
ibuku dari lantai bawah.
”Ya,
sebentar Bu. Aku ganti pakaian dulu,” jawabku dengan uring-uringan.
Aku
bangkit dari tempat tidur dan mengganti pakaianku yang penuh keringat. Rasanya
malas sekali keluar rumah apalagi aku belum punya teman di sekitar sini. Tapi
apa boleh buat. Akhirnya aku pun menuju ke taman sambil memandangi sekeliling mencoba
mencari anak seusiaku.